Siswa di Sula Belajar Tatap Muka Terbatas

Rifai Haitami (Tengah/Peci hitam) saat monitoring ke sekolah

SANANA,TIVA- Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara, gencar monitoring proses belajar mengajar di sekolah dimasa pendemi Covid-19.

Hingga hari ke delapan, puluhan sekolah baik ditingkat TK, SD dan SMP di Kecamatan Sanana Utara, Sanana, Kecamatan Sulabesi Tengah dan Kecamatan Sulabesi Timur sudah disembangi.

Kunjungan Diknas tersebut sebagai bentuk tindaklanjut Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, terutama Mendikbud terkait sistem belajar mengajar pada kondisi pendemi.

Plt Kepala Diknas Kepsul, Rifai Haitami menyebutkan, ada tiga model pembelajaran yang tertuang dalam SKB empat menteri tersebut, yakni belajar dalam jaringan (Daring), Luar jaringan (luring) dan tatap muka terbatas.

“Untuk di Sula, belajar masih gunakan model ketiga (tatap muka terbatas,” katanya, Rabu (4/8/2021).

Pengaturan belajar gunakan opsi ketiga tersebut dengan membatasi waktu belajar dan jumlah siswa. “Satu kelas maksimal 20 siswa. Kalau lebih akan dibagi. Sedangkan waktu belajarnya maksimal 2 jam,” tuturnya.

“Sula sudah zona merah maka kita akan koordinasi dengan Tim Satgas Covid-19. Apakah kita bertahan dengan sistem tatap muka atau Daring maupun luring,” pungkas Rifai. (gnt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.