Refleksi Hari Tani di Halbar Nyaris Ricuh

Akasi yang dilakukan sejumlah aktivis Cipayung Plus di depan Kantor Bupati Halbar

Tivatimur.com,Halbar- Refleksi Hari Tani Nasional (HTN) yang dilakukan sejumlah elemen cipayung plus di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Provinsi Maluku Utara (Malut), Jumat (24/9/2021) nyaris ricuh.

Aksi yang dilakukan di depan kantor Bupati Halbar oleh sejumlah masa aksi yang terdiri dari GMNI, GMKI, GAMKI dan LMND ini kian memanas ketika masa aksi mengetahui Bupati dan Wakil Bupati Halbar tidak berada di kantor.

Untuk meluapkan rasa kekecewaan mereka, masa aksi pun membakar ban. Ketika hendak membakar ban, Satpol-PP yang berjaga-jaga mencoba menghalau aksi para mahasiswa ini sehingga aksi tarik-menarik antara massa aksi dengan petugas Satpol-PP dan anggota kepolisian tak terhindarkan, bahkan nyaris terjadi perkelahian.

Dalam orasinya, Ketua Cabang GMKI Halbar,  Fandi Salasa mengatakan, dimomentum Hari Tani Nasional ini sudah saatnya pemerintah mengentikan perampasan dan monopoli atas tanah masyarakat.

“Lawan Segala Bentuk Tindak Kekerasan Terhadap Kaum Tani. Turunkan Harga Sarana Produksi Pertanian (Saprotan) Dan Naikkan Harga Hasil Produksi Pertanian,” ungkapnya.

Fandi menyebutkan, Pemerintahan Indonesia dikepimpinan Joko Widodo berhasil menyulap angka-angka statistic dari pendapatan domestik bruto (PDB) yang menunjukkan peningkatan dan pertumbuhan ekonomi nasional, menurunnya angka pengangguran dan kemiskinan serta meningkatnya kesejahteraan rakyat.

Menurutnya, melalui berbagai forum atau momentum politik tertentu, Joko Widodo senantiasa dengan bangga menyampaikan dalam pidatonya bahwa setiap peningkatan tersebut sebagai keberhasilan dalam pemenrintahannya hingga periode kedua saat ini.

“Kebohongan-kebohongan semacam ini juga dilaksanakan tidak terkecuali sampai pada pemerintahan di daerah, khususnya Kabupaten Halmahera Barat. Selama periode ke periode kepemimpinan, belum tercapai dan terciptanya suatu kondisi sosial yang dapat dijadikan sebagai bukti otentik bahwa petani Halmahera Barat telah mencapai kesejahteraan,” cetusnya.

Dikatakan, Pemerintah Daerah Halmahera Barat dengan gagasan baru yang dirumuskan dalam Visi-Misi Bupati James Uang dan Djufri Muhammad tentang “Mewujudkan Halmahera Barat yang Aman, Adil dan Sejahtera” kiranya menjadi salah satu mimpi untuk bagaimana terciptanya masyarakat sejahtera lewat isu-isu strategis dibidang pertanian, peternakan, perkebunan, nelayan dan parawisata.

Namun dilihat pada kenyataannya, kaum tani semakin menderita akibat system yang buruk. Akibatnya, pendapatan kaum tani kerap kali tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan.

“Mahalnya harga kebutuhan dan sarana produksi Pertanian (Saprotan) yang dikuasai oleh tuan tanah-tuan tanah lokal yang sekaligus sebagai pengepul di pedesaan. Sementara dilain sisi harga hasil produksi pertanian tidak pemah menunjukkan kenaikan yang signiflkan,” urainya.

Pemda Halbar harus menyelesaikan sengketa lahan di Desa Tosoa dan Tuguaer, Kecamatan Ibu Selatan.

“Bupati Halbar seharusnya mendorong instansi terkait untuk mendorong sektor pertanian itu sendiri. Bupati Halbar James Uang dan Djufri Muhammad sendiri harus mengakomodir seluruh kebutuhan masyarakat,” pintanya. (adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Ini berita mnyesatkan artinya dlm menulis harus meliahat kondisi real di lapangn ketua GMKI jllo tidak naik orasi,,dan berita yg di tulis mngenai poin penting aksi hari Tani adalah bobotan orasi dari ketua kota LMND halbar Olden lassa