Posko Relawan Ake Gale Siap Siaga

Posko Relawan di Kelurahan Sangaji

TIVATIMUR.COM-TERNATE- Posko relawan Ake Gale di Kelurahan Sangaji, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), hingga saat ini masih tetap siap siaga atas bencana banjir rob yang menerjang pesisir Kota Ternate pada 6 Desember 2021 lalu.

Meski sudah 7 hari pasca kejadian banjir rob, warga Kelurahan Sangaji, tepatnya di RT10/RW04 yang terdampak banjir rob masih tetap siap siaga di posko relawan Ake Gaale mengatisipasi banjir rob susulan.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Pemuda Ake Gale, Muhdar Hasan Jou mengaku posko didirikan sejak tanggal 6 Desember 2021. Posko ini berfungsi untuk mengontrol aksi penanggulangan di wilayah terdampak.

“Kita tidak dapat menerka secara tentatif berapa volume airnya, dan kapan terjadinya. Tugas kita adalah terus membuat tanggul sebagai penahan derasnya air rob,” ungkapnya.

Muhdar mengatakan, tanggul darurat yang dibuat warga untuk mencegah air pasang menggunakan karung yang berisi pasir. Tanggul darurat ini, lanjutnya, didapat dari bantuan masyarakat Kota Ternate.

Dirinya berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate segera mengambil langkah cepat dengan membuat tanggul yang lebih kuat. Sebab, tanggul yang saat ini dipakai warga untuk mencegah banjir rob tidak kuat.

“Saya dan masyarakat berharap Pemkot Ternate segera membuat tanggul yang lebih kuat menahan terjangan ombak,” harapnya.

Secara terpisah, Lurah Kelurahan Sangaji, Tokahar saat ditemui di kantornya menyebut, hal yang paling penting saat ini adalah membuat tanggul yang kuat. Ini dilakukan agar kemudian hari, ketika ada banjir rob tidak lagi merusak rumah warga.

“Hal yang paling urgen dilakukan kami saat ini, yakni membuat tanggul dari pasir agar menahan air pasang untuk mengurangi resiko. Tanggul diperlukan tidak terkira jumlahnya, sehingga kami mengharapkan adanya bantuan tanggul dari masyarakat,” uncapnya.

“Kami belum tahu sejauh mana rencana aksi pemerintah untuk penanganan tanggul. Akan tetapi harapan kami kedepan Pemerintah Kota Ternate sedapat mungkin membuat tanggul, baik dalam bentuk reklamasi dan atau break water supaya dapat menahan terjangan air rob,” sambungnya, mengharapkan.

Tokahar mengaku, banjir rob yang menerjang pesisir pantai Kota Ternate ini telah merusak 46 rumah milik warga Sangaji. Akibatnya, para warga terpaksa dievakusi ke tempat yang lebih aman.

Mewakili masyarakat Kelurahan Sangaji, Tokahar mengucapkan terima kasih kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) yang telah memberikan bantuan tanggul berupak geobak. Apresiasi juga diberikan TNI, mahasiswa Poltekkes serta elemen masyrakat yang telah bergontong royong membuat tanggul. (tr4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.