Pemkot Ternate Abaikan Tuntutan Warga Mangga Dua

Aksi warga Mangga Dua beberapa waktu lalu yang menolak reklamasi pantai Mangga Dua yang dilakukan PT. Indoalam Raya Lestari

TIVATIMUR.COM,TERNATE- Desakan warga Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), agar Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate mencabut izin reklamasi di pantai Mangga Dua, seperti tidak akan terwujud.

Pasalnya, Pemkot Ternate tidak akan mencabut izin reklamasi perluasan lahan yang dilakukan PT. Indoalam Raya Lestari untuk pembangunan gudang moderen Multi Guna. Sebab, perusahan miliki Budi Lim ini memiliki izin lengkap.

Hal ini disampikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate, Isnainy Pasiradju. Menurutnya, masalah proyek reklamasi di Mangga Dua yang dihentikan sementara oleh warga akan tetap dilanjutkan. Ini setelah Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman sudah bertemu dengan warga dan meminta untuk diberikan kesempatan hingga bulan depan.


Kata dia, alasan warga melakukan aksi protes lantaran terkena banjir rob yang katanya akibat dampak dari penimbunan tersebut. Pihaknya kemudian turun ke lapangan dan mengecek.


“Setelah kita cek tadi, ternyata sering banjir itu saluran drainase sisi utara pekerjaan belum diselesaikan. Sehingga ketika saat turun hujan, air tergenang lantaran air tidak mengalir ke pantai. Ini yang berdampak ke masyarakat sekitar,” ujar Isnainy.


Ia melanjutkan, pekerjaan saluran drainase ini dibuat dari program kotaku, bukan dari PUPR. Namun demikian, pada tahun 2022 nanti akan dilanjutkan Dinas PUPR.
Sementara terkait hutan mangrove yang sebagian sudah ditebang, kata Isnainy, pemilik kawasan lahan akan mengganti, karena itu sudah di atur dalam undang-undang perlindungan hutan.


“Kawasan ini juga statusnya hak pengelolaan lahan (HPL). Jadi menyangkut izin dengan mendirikan bangunan gudang multi guna ini semua lengkap, maka mau tidak mau reklamasi boleh dilanjutkan. Lagian di situ juga sampah plastik banyak sekali,” tuturnya.


“Besok nanti Pak Sekot akan ketemu dengan warga lagi untuk membahas selanjutnya. Akan tetapi untuk kegiatan reklamasi tetap dilanjutkan, karena PT. Indo Alam memiliki izin lengkap,” pungkasnya. (udi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.