Kontraktor PT Pelangi Persada Mangkir dari Panggilan DPRD Kepsul

Ketua Komisi III DPRD Kepsul, Lasidi Leko saat tinjau kondisi jalan Kawata-Waisakai

SANANA-TIVA, Kontraktor PT. Pelangi Persada dianggap tak koperatif. Pasalnya, perusahan yang mengerjakan proyek jalan lintas Kawata-Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) ini mangkir dari panggilan pertama Komisi III DPRD Kepsul.

“Kita sudah layangkan panggilan ke kontraktornya, tapi tidak hadir,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Kepsul, Lasidi Leko.

Lasidi menyebutkan, Komisi III menemukan ada kejanggalan dalam pekerjaan proyek jalan lintas Kawata-Waisakai, sehingga pihaknya memanggil kontraktor untuk dimintai keterangan.

“Kita mau mintai keterangan terkait proses pekerjaan. Karena memang hasil temuan kita di lapangan ada kejanggalan,” ucapnya.

Meskipun mangkir dari panggilan pertama, Komisi III akan kembali melayangkan panggilan kedua kepada pihak perusahan untuk dimintai pertanggungjawaban.

Politisi PBB ini menjelaskan, jalan lintas Kawata-Waisakai dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2020 senilai Rp 15 miliar lebih. Namun hasil monitoring di lapangan, jalan lintas tersebut tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan berkualitas rendah. Sebab, kualitas jalan dengan jenis hot mix tapi tampak seperti jalan jenis lapen.

“Jenis jalan itu hot mix tapi seperti jalan jenis lapen. Jadi menurut kami jalan itu tidak memenuhi syarat,” tandasnya, sembari menambahkan, jalan sepanjang kurang lebih enam kilo meter itu sudah mulai retak. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.